Penelitian Ilmiah Pheromone

Penelitian-Penelitian Ilmiah yang Berkaitan dengan Pheromone

Banyak sekali penelitian, jurnal, berita dan artikel yang membahas mengenai Pheromone. Anda bisa dengan mudah mencarinya lewat Google hanya dengan mengetik kata kunci “Study of Pheromone” atau “Penelitian ilmiah pheromone”. Pheromone memang sudah lama terkenal dan banyak diperbincangkan di luar negri khususnya Amerika. Sehingga tidak aneh jika kebanyakan penelitian, berita dan artikel berkaitan dengan Pheromone ditulis dalam bahasa Inggris. Berikut beberapa data yang kami kumpulkan berkaitan dengan Pheromone;

  1. Pheromones and Their Effect on Woman’s Mood and Sexuality

    (Pheromone dan Efeknya terhadap Mood dan Seksualitas Wanita); Jurnal ini disimpan di US National Library of Medicine National Institutes of Health. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh J. Verhaeghe, R. Gheysen dan P. Enzlin menunjukkan bahwa Pheromone pria (Androstadionein) bisa meningkatkan suasanan hati dan fokus wanita secara emosional. Lebih lengkap bisa anda baca di:

     http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3987372/

 

  1. Human Pheromones (Pheromone Manusia)
    Artikel dalam situs www.macalester.edu ini membahas mengenai Pheromone manusia secara lengkap mulai dari pengertian Pheromone, efek hormonal Pheromone, penyususn Pheromone, sampai kecenderungan seksual yang bisa dipengaruhi oleh Pheromone. Dan disalah satu sub-bahasanya menyebutkan bahwa sebagian besar penelitian menemukan bahwa keringat manusia atau Putative Pheromone mampu meningkatkan gairah fisiologis dengan berbagai macam cara.

 

  1. Journal of Advance Research; Pheromones in Sex and Reproduction: Do They Have a Role in humans? (Pheromone dalam Seks dan Reproduksi: Apakah Pheromone memiliki peranan bagi Manusia?)
    Jurnal ilmiah ini membahas hubungan Pheromone dengan seks dan sistem reproduksi manusia. Lebih jelasnya bisa anda pelajari dengan mengunjungi situsnya langsung di http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2090123211000397 

 

  1. The Truth About Pheromones (Kebenaran Mengenai Pheromone)
    The Truth About Pheromones;
    Yes, Scientists say, your airbone compounds send signals about your moods, your sexual orientation and even your genetic makeup. Yang artinya: Kebenaran Mengenai Pheromone; Ya, para ilmuan berkata bahwa senyawa (Pheromone) yang menyebar lewat udara mampu mengirimkan sinyal-sinyal yang bisa mempengaruhi suasana hati, orientasi seksual dan bahkan genetik. Selengkapnya bisa anda baca di http://www.smithsonianmag.com/science-nature/the-truth-about-pheromones-100363955/?no-ist

 

  1. ABCNews: Pheromone Increase Sexual Attractiveness
    (Pheromone Meningkatkan Pesona Seksual) artikel dari situs abcnews.go.com ini memuat kesimpulan yang diberikan ilmuan-ilmuan dari San Francisco State University yang menyatakan bahwa wanita yang menggunakan parfum yang mengandung Pheromone wanita sintesis akan tampil lebih menarik dihadapan pasangan prianya. Lebih lanjut bisa and abaca di http://abcnews.go.com/Health/story?id=116952&page=1

 

  1. Yes, Virginia, There Is a Pheromone

    (Ya, Virginia, Pheromone Itu Ada) Artikel ini berisikan studi tentang Pschoneuroendocrinology yang mengkonfirmasi adanya zat kimia dalam kulit manusia yang bisa merubah suasana hati dan prilaku orang lain. Zat kimia tersebut (Pheromone) memiliki akses ke otak melalui organ yang awalnya dianggap tidak  memiliki fungsi. Dan Penelitian pada tahun 2000 menunjukkan bahwa wanita yang mencium Pheromone dari kulit dan rambut pria bisa mengurangi kecemasan, ketegangan, dan perasaan-perasaan negative lainnya. Selengkapnya silahkan mengunjungi website resminya di;

    http://www.webmd.com/women/pms/news/20000407/pheremone-pms

 

  1. Study Finds Proof that Humans React to Pheromones (Penelitian Menemukan Bukti Bahwa Pheromone Bisa Mempengaruhi Manusia)

    Kekuatan dari bau tidak terbantahkan, sebagaimana yang sudah dibuktikan lewat jutaan pengguna di industry perparfuman. Para peneliti dari Universitas Chicago menyatakan bahwa mereka memiliki bukti bahwa manusia memproduksi dan bereaksi terhadap Pheromone. Selengkapnya bisa anda baca di;

    http://edition.cnn.com/HEALTH/9803/11/pheromones/index.html

 

  1. The New York Times: Human Pheromone Link May Have Been Found (Tautan yang Berhubungan dengan Pheromone Manusia telah Ditemukan)
    Berdasarkan eksperiman yang dilakukan di Rockefeller dan Yale University, para ahli neurologi telah mengisolasi sebuah gen manusia V1RL1 yang dipercayai sebagi kode dasar penerima Pheromone di bagian dalam hidung. Selengkapnya mengenai penelitian ini bisa anda baca di http://www.nytimes.com/2000/09/28/us/human-pheromone-link-may-have-been-found.html

 

  1. Keringat Dapat Menularkan Perasaan
    Jika anda berkeringan saat anda merasa senang, hal itu akan menular pada orang disekitar anda. Itu karena Pheromone yang keluar melalui keringat bisa mengirimkan sinyal kebahagiaan tersebut pada orang lain. Artikel yang lengkap bisa anda lihat di http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150428060011-255-49615/keringat-dapat-menularkan-perasaan/

 

  1. Do Pheromone Play a Role in Our Sex Lives?
    (Apakah Pheromones Memiliki Peranan terhadap Kehidupan Seksual Kita?)

    Di artikel yang ditulis dalam website ternama Amerika www.scienceamerican.com ini mengutip beberapa penelitian yang berkaitan dengan Pheromone dan pengaruhnya terhadap kehidupan seksual dan hubungan pria-wanita pada umumnya. Dan didukung oleh pendapat seorang psikolog, yang telah mempelajari Pheromone selama 15 tahun dari Heinrich Heine University of Dusseldorf (HhH.U.), Bettina Pause “Kita baru saja memahami bahwa ada komunikasi di alam bawah sadar. Menurut perkiraanku ada banyak sekali komunikasi-komunikasi yang dipengaruhi oleh chemosignals” Lebih lengkapnya bisa anda baca di http://www.scientificamerican.com/article/pheromones-sex-lives/

 

  1. University of Chicago Researchers Establish Proof of Human Pheromones
    (Para Peneliti dari Universitas Chicago Telah Menemukan Bukti atas Pheromone Manusia)

    Penelitian yang dilakukan di Universitas ternama dunia ini telah memberikan bukti konkrit bahwa manusia memang memiliki Pheromone. “Data-data yang ditemukan dengan jelas membuktikan bahwa manusia memiliki potensi untuk berkomunikasi melalui Pheromon, entah melalui bagian sistem penciuman yang belum diketahui atau mungkin dengan indra keenam dengan caranya yang unik.” Tulis McClintock dalam sebuah bukunya yang ditulis bersama dengan Kathleen Stern, seorang Ph.D. lulusan dari jurusan Psikologi dari Universitas Chicago. Lebih Jelasnya bisa anda baca di http://www-news.uchicago.edu/releases/98/980311.McClintock.shtml

 

  1. Get Pheromones? Get Affection (Dapatkan Pheromone? Dapatkan Kasih Sayang)
    Artikel ini dirilis pada tanggal 20 Maret 2002. Jika seorang wanita benar-benar ingin menggoda seorang pria, yang harus dilakukan adalah mengoleskan sedikit Pheromone dipergelangan tangannya, dan pria akan menunjukkan ketertarikannya. Atau setidaknya itulah hasil yang ditemukan dari sebuah penelitian sederhana. Untuk membaca artikel lengkapnya silahkan mengunjungi http://www.webmd.com/sexual-conditions/news/20020320/got-pheromones-get-affection